PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Aktual, Inspiratif, Normatif, dan Aspiratif (AINA)

18 April 2021

CARA CEK UMUR (USIA) SESEORANG

| 18 April 2021

Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau cara mengetahui berapa Umur (Usia) saat ini


Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau cara mengetahui berapa Umur (Usia) saat ini merupakan aplikasi untuk mengetahui sudah berapa tahun, berapa bulan dan berapa hari umur atau usia seseorang saat ini. Admin mencoba membagikan Kalkulator untuk melakukan Cek Umur (Usia) Seseorang atau Cara mengetahui berapa usia saat ini, karena banyak orang yang sering mencarinya guna memastikan umur atau usianya saat ini.


Kita sering mendengar Usia atau Umur seseorang kadang menjadi persyaratan dalam melamar pekerjaan, melanjutkan studi dan lainnya. Oleh karena itu, Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau Cara Menghitung Umur atau Usia Seseorang mungkin dibutuhkan memastikan apakah Umur (Usia) yang dimikili memenuhi ketentuan yang dipersyaratakan.


Selain itu Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau Cara Menghitung Umur atau Usia Seseorang mungkin berguna bagi sesorang yang lupa sudah berusia atau berumur berapa tahun saat ini. Manusia penting mengingat usia atau umurnya saat ini agar dapat berintropeksi diri untuk memperbanyak ibadah. Dalam sebuah hadist dinyatakan: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik? Beliau bersabda "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya" (HR. Tirmizdi)


Berapa tahun umurku atau usiaku saat ini ? Untuk Anda yang mau mencoba berikut ini Aplikasi Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau Cara Menghitung Umur atau Usia Seseorang. Semoga kalkulator Cara Menghitung Umur atau Usia Seseorang, ada manfaatnya.


Berikut ini adalah kalkulator untuk menghitung usia Anda. Silahkan isikan data Tanggal hari ini dan Tanggal lahir Anda pada formulir di bawah ini, setelah lengkap kemudian klik Hitung.




Setelah Anda mengetahui Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau cara mengetahui berapa Umur (Usia) saat ini. Berikut pembelajaran yang harus diketahui terkait Umur/Usia Manusia. Setiap ada yang merayakan hari ulang tahun, kita selalu mendengar ucapan selamat panjang umur. Atau ketika ada bayi yang lahir, didoakan agar sehat dan berusia panjang. Namun, adakah yang dapat memastikan dirinya sendiri berusia panjang? Mulia atau hina? Penuh keberkahankah?

 

Umur manusia adalah perkara ghaib dan merupakan rahasia Allah SWT. Tak seorangpun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan untuknya. Meski Umur termasuk perkara ghaib, beberapa ulama besar mencoba membahasnya. Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, misalnya, mengkaji masalah umur melalui karyanya, Sabilul'Iddikar wal I'tibar bima Yamurru bil-Insan wa Yanqadhi lahu minal-A'mar (Jalan Menuju Peringatan dan Perenungan tentang Tahapan Usia yang Dilalui Manusia). Beliau membagi umur dalam lima tahapan :

          Pertama, sejak Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dan membekalinya dengan keturunan.

          Kedua, terhitung sejak seorang manusia terlahir dari rahim ibunya hingga ajal menjemput.

          Ketiga, dimulai sejak kebangkitan manusia dari alam dunia melalui kematian sampai bertiupnya sangkakala Malaikat Israfil di Padang Mahsyar. Umur ketiga adalah masa penantian seseorang di alam barzakh.

          Keempat, berlangsung sejak seorang manusia dibangkitkan dari alam barzakh, bersamaan dengan ditiupnya sangkakala yang kedua hingga manusia melangkah di atas shirath al-mustaqim.

          Kelima, dimulai sejak seseorang memasuki pintu surga, atau terjatuh di jurang neraka.

 

Usia umat Rasulullah SAW tidaklah sepanjang usia umat-umat terdahulu. Dalam sebuah hadist disebutkan, usia mereka umumnya antara 60 sampai 70 tahun.

 

Rasulullah SAW pernah mengadukan pendeknya usia umat beliau itu kepada Allah SWT. Dengan penuh kasih, Allah SWT menjelaskan, meski usia umat Islam lebih pendek dari umat lain, Allah SWT telah menganugrahkan banyak keutamaan. Diantaranya Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih dari seribu bulan.

 

Masa muda dan masa dewasa merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia. Mengenai pentingnya masa muda, seorang bijak mengatakan, "Jika engkau tak bisa meraih kemuliaan di hari mudamu, tak akan mulia hidupnya sampai tua".

 

Yang sangat penting diingat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tengtang umur yang dianugrahkan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda, "Tak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya, dihabiskan untuk apa; tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa; tentang hartanya, darimana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan". (HR At-Tarmidzi).

 

Dalam hidup manusia terdapat tonggak-tonggak umur yang sangat penting, di antaranya umur 40 tahun sebagaimana tertera dalam Alquran (Al-Ahqaf: 15--16). Nabi Muhammad SAW juga mengilustrasikan dalam sebuah hadisnya, ''Bila seseorang sudah mencapai usia empat puluh tahun, lalu kebaikannya tidak mengatasi kejelekannya, setan mencium di antara kedua matanya dan berkata, 'inilah manusia yang tidak beruntung'. ''

 

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda, ''Barang siapa umurnya sudah melebihi empat puluh tahun sedang kebaikannya tidak lebih banyak dari kejelekannya, hendaklah ia mempersiapkan keberangkatannya ke neraka.''

 

Dari dua hadis tersebut di atas, Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk memeriksa amal perbuatannya setiap kali menyadari umurnya kian bertambah. Dengan demikian, umur merupakan aset sekaligus pertanggungjawaban. Kita bisa beruntung dan celaka dengan umur panjang kita.

 

Semuanya bergantung pada amal yang kita perbuat. Syahdan, menurut beberapa riwayat, sebelum Rasulullah SAW mengembuskan nafas terakhirnya, beliau mengatakan, ''Ummati, ummati, ummati,'' dengan lirih dan sendu.

 

Kata ummati yang diungkapkan beliau itu sinonim dari kata komunitas atau masyarakat yang menurut Chairil Anwar dalam salah satu puisinya adalah laksana lautan, terkadang bergelombang dan bergolak yang melambangkan keteguhan dan keperkasaan seakan siap menelan dan menghantam semua yang dihadapi.

 

Di lain waktu, ia laksana hamparan biru permadani yang menggambarkan ketenangan dan kedamaian. Namun, laut juga bisa diibaratkan sebagai "tong sampah", tempat pembuangan segala macam kotoran, sampah, limbah, dan sebagainya.

 

Konteks yang diungkap Rasulullah tersebut merupakan refleksi dari pertanyaan siapakah di antara kita yang semangat imannya terus bergelombang seiring dengan pertambahan umurnya? Siapa pula yang tetap tenang dan tenteram meski cobaan datang bertubi-tubi?

 

Siapakah di antara kita yang justru tidak memanfaatkan sisa umur ini dalam kebaikan dan keimanan? Orang semacam inilah bak tong sampah, tempat pembuangan kotoran sosial maupun kultural. Toh, umur ditentukan oleh mutunya, bukan panjangnya. Rasulullah menyimpulkannya dalam dua kalimat, ''Manusia paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Manusia paling buruk ialah yang panjang umurnya dan buruk amalnya.''

 

Sangat keterlaluan orang-orang yang sudah berusia diatas 60 tahun tapi masih juga melakukan maksiat. Sabda Rasulullah SAW, "Allah SWT tidak akan menerima dalih seseorang sesudah Dia memanjangkan usianya hingga 60 tahun". (HR Al-Bukhari).

 

Usia lanjut juga merupakan sebuah keistimewaan. Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah SWT, "Demi kemuliaan-Ku, keagungan-Ku, dan kebutuhan hamba-Ku kepada-Ku, sesungguhnya Aku merasa malu menyiksa hamba-Ku, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah beruban karena tua dalam keadaan muslim". Dalam hadits lain beliau bersabda, "Sebaik-baik diantara kalian ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya". (HR At-Tarmidzi).

 

Namun Al-Quran juga berulang kali memperingatkan akan datanya ketuaan dan kepikunan. Misalnya dalam surah An-Nahl ayat 70, "Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu. Dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa".

 

Kepikunan yang mengiringi ketuaan itulah yang ditakuti oleh Rasulullah SAW, sehingga beliau selalu berdo'a, "Aku berlindung kepada-Mu dari usia yang paling hina".

 

Suatu kali Ma'an bin Zaidah mendatangi Al-Makmun. Makmun bertanya, "Bagaimana keadaanmu di usia tua renta ini?". Ia menjawab, "Aku bisa jatuh hanya karena tersandung kotoran unta, dan cukup diikat hanya dengan sehelai rambut". "Bagaimana keadaanmu dalam makanan, minuman dan tidurmu?" Ia menjawab,"Bila lapar, aku marah; dan bila makan, aku merasa jengkel. Bila berada di antara orang-orang, aku mengantuk; dan bila di atas kasurku, aku terjaga". "Bagaimana keadaanmu dengan para wanita?" Beliau menjawab, "Kalau wanita yang buruk rupa, aku tidak menginginkan mereka; sedangkan para wanita yang cantik tidak menginginkanku". Makmun berkata, "Kalau begitu tidak pantas orang sepertimu dianggap muda". "Lipat gandakanlah imbalan untuknya dan haruskanlah ia menetap di rumahnya. Biarkan masyarakat yang mengunjunginya, dan jangan biarkan ia mengunjungi siapapun".

 

Sejak zaman Rasulullah SAW sampai kini, ada orang-orang yang dianuggrahi Allah SWT umur panjang dari orang-orang pada umumnya. Dan mereka mengisinya dengan berbagai kebaikan, sehingga hidup mereka penuh berkah dan tercatat dalam sejarah. Mereka inilah yang dimaksud dalam hadits Nabi, "Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya".

 

Disamping itu ada pula orang-orang yang usianya pendek tapi juga sangat berarti, karena dipenuhi berbagai amal yang diridhai Allah SWT. Mereka yang tergolong dalam kelompok ini pun namanya terabadikan dalam sejarah, dan senantiasa dikenang orang.


Diantara para sahabat Nabi yang dianugrahi usia panjang adalah Anas bin Malik, salah seorang sahabat utama, perawi hadits terkenal, dan pelayan Rasulullah SAW.

 

Anas lahir pada tahun ke 10 sebelum HIjrah. Sejak kecil ia sudah memeluk Islam, dan terus melayani Rasulullah SAW sampai beliau wafat. Kurang lebih 10 tahun lamanya ia melayani Rasulullah SAW, yaitu selama beliau menetap di Madinah. Ibunya yang mula pertama membawanya menghadap Rasulullah SAW agar dapat melayani beliau. Anas bangga menyandang predikat "pelayan Rasulullah", karena kedudukan itu memang suatu kemuliaan.

 

Ia adalah sahabat yang terbanyak memiliki anak,berkat do'a Nabi SAW. Suatu ketika ibunya memohon agar Rasulullah SAW mendo'akannya. Maka beliaupun mendo'akan Anas, "Ya Allah, berilah rizqi anak dan harta kepadanya, dan berkahilah dia". Dalam redaksi yang lain, do'a beliau sebagai berikut, "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, dan masukkanlah ia ke dalam surga".

 

Anas adalah sahabat yang terakhir wafat di Basrah. Menurut riwayat yang paling kuat, ia wafat pada tahun 93 H/711 M dalam usia 103 tahun. Ia wafat setelah menjalani kehidupan penuh perjuangan. Ia kaya dengan ilmu, dan sarat dengan amal. Di saat ajal hendak menjemput, ia berkata, "Talqinkanlah aku dengan ucapan La ilaha illallah". Dan kalimat tauhid itu terus diucapkannya hingga ruh berpisah dari jasadnya.

 

Ada pula tokoh yang usianya tidak panjang tetapi penuh dengan keberkahan dan kehidupannya tetap dikenang orang dari zaman ke zaman. Salah satunya adalah Umar bin Abdul Aziz, yang pada tahun 99 H/717 M terpilih sebagai khalifah menggantikan Khalifah Sulaiman. Ketika itu usiannya 37 tahun. Ia dipandang sebagai khalifah paling adil dan paling sederhana di antara semua khalifah Bani Umayyah.


Umar juga menghentikan segala bentuk kemewahan para mantan khalifah, dan sebaliknya menghidupkan pengajian Al-Quran dan Sunnah. Ia juga melarang pengawal dan rakyat berdiri menghormatinya. Ketika orang-orang berdiri menghormatinya, ia berkata, "Jika kalian berdiri, kita semua berdiri, jika kalian duduk , kita semua duduk. Sepatutnyalah manusia hanya berdiri menyembah Allah, Tuhan sekalian alam. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan hal-hal fardhu dan menyunahkan hal-hal sunnah. Barang siapa mengambilnya, bertemulah dia dengan-Nya; dan barang siapa meninggalkannya, binasalah dia".


Para salaf shalih yang beumur panjang dalam keadaaan ibadah dan taat kepada Allah menganjurkan para pemuda untuk memanfaatkan masa muda mereka, "Pergunakanlah masa muda kalian sebelum kalian menjadi seperti kami saat ini". Maksud mereka, di usia yang tua renta nan lemah tidak dapat melakukan banyak amal shalih padahal di usia mereka yang demikian mereka telah mendahului para pemuda dalam berlomba-lomba menuju jalan Allah dan bersungguh-sungguh dalam mentaati-Nya.

 

Namun dalam Islam, bukan usia panjang yang terpenting, melainkan keberkahan usia. Keberkahan ditandai dengan bagusnya amal ibadah dan akhlaq serta karya yang bermanfaat bagi generasi sesudahnya. Semoga Allah SWT selalu bersama kita. Aamiin

 

Demikian informasi tentang Cara Cek Umur (Usia) Seseorang atau cara mengetahui berapa Umur (Usia) saat ini. Semoga ada manfaatnya, terima kasih 





= Baca Juga =



Related Posts

4 comments:

  1. Terima kasih posting sangat menginspirasi, luar biasa dan banyak manfaatnya.

    ReplyDelete
  2. Posting ini bukan sekedar memberikan informasi tentang Cek Umur Seseorang , tetapi juga diserta Tausyiah agar manusia memanfaatkan umur yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Ini sangat bermakna, terima kasih

    ReplyDelete
  3. This is the best article, useful for the world and the hereafter.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas informasinya

    ReplyDelete

Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem

online in blog