Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sekutu Putin Keluarkan Peringatan Apokaliptik ke Barat atas Sanksi yang Diterima Rusia

Sekutu Putin, Dmitry Medvedev kembali memperingatkan peristiwa Apokaliptik ke Barat atas sanksi yang diterima Rusia.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
Sekutu Putin Keluarkan Peringatan Apokaliptik ke Barat atas Sanksi yang Diterima Rusia
Daily Star/Getty
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. 

TRIBUNNEWS.COM - Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia mengeluarkan peringatan kepada Barat.

Medvedev yang merupakan sekutu Presiden Vladimir Putin, mengeluarkan peringatan atas sanksi yang diterima Rusia dari negara Barat dan sekutunya.

Peringatan tersebut disampaikan melalui akun Telegramnya pada Jumat (13/4/2022).

Medvedev menulis peringatan tentang apa yang dia pikir akan terjadi selanjutnya atas beragam sanksi.

Peringatan itu ditulis dengan judul "Dunia setelah sanksi anti-Rusia (bukan perkiraan sama sekali)".

Dalam peringatan itu, Medvedev membayangkan 10 langkah, dimulai dengan runtuhnya rantai pasokan dan runtuhnya maskapai asing yang dilarang terbang di atas Rusia.

Seorang tentara Ukraina berdiri di luar sebuah sekolah yang terkena roket Rusia di selatan Ukraina desa Zelenyi Hai antara Kherson dan Mykolaiv, kurang dari 5 km dari garis depan pada 1 April 2022.
Seorang tentara Ukraina berdiri di luar sebuah sekolah yang terkena roket Rusia di selatan Ukraina desa Zelenyi Hai antara Kherson dan Mykolaiv, kurang dari 5 km dari garis depan pada 1 April 2022. (BULENT KILIC / AFP)

Langkahnya kemudian bergerak melalui krisis energi, harga yang lebih tinggi, perlambatan ekonomi digital, dan krisis pangan internasional dengan "prospek kelaparan di masing-masing negara".

Setelah itu, muncul krisis moneter dan keuangan yang mungkin terjadi di beberapa negara.

Ia memperkirakan, krisis itu dimulai dengan inflasi yang tinggi dan penghancuran sistem hukum untuk melindungi properti pribadi.

"Ini semua mengarah pada konflik militer regional baru, dengan teroris menjadi lebih aktif karena mereka percaya Barat telah disibukkan dengan Rusia," tulis Medvedev, dikutip dari Sky News.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas