Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Berbicara pada KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi Serukan Perang di Ukraina Dihentikan

Hal itu dikatakan Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Berbicara pada KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi Serukan Perang di Ukraina Dihentikan
INSTAGRAM/@jokowi
Inilah momen Jokowi yang berdiri di samping Presiden AS, Joe Biden saat foto bersama. Presiden pun mengambil posisi di tengah pemimpin ASEAN lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden Joko Widodo menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina sekarang juga.

Hal itu dikatakan Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC.

Menurutnya, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.

Kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh, justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (14/5/2022).

Dia juga mengatakan perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga," kata Jokowi.

"Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi, menurut Presiden Jokowi, juga memprihatinkan.

IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Dan Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas